Mengenali tanda-tanda sebelum gempa bumi, bukan dengan teknologi

September 8, 2009 pukul 12:41 am | Ditulis dalam berita | 2 Komentar
Tag: ,

Gempa… Lindu… Earthquake…. Jishin….
Apapun anda nyebutnya, yang jelas jenis bencana alam yang satu ini lagi jadi pembicaraan orang di mana-mana, menyusul berbagai tragedi besar yang terjadi akhir-akhir ini akibat gempa. Berdasarkan catatan 6 bulan terakhir ini, berikut berbagai gempa yang terjadi di Indonesia dan Jepang :

  • 23 Octoboer 2004, gempa di Niigata prefektur, pang. Kekuatan 6,8 skala Richter.
  • 12 November 2004, gempa di pulau Alor, NTT, Indonesia. Kekuatan 6 Skala Richter.
  • 26 November 2004, gempa di Nabire, Papua, Indonesia. Kekuatan 6,4 skala Richter.
  • 29 November 2004, gempa di Hokkaido, Jepang. Kekuatan 7,1 skala Richter.
  • 26 December 2004, gempa di Banda Aceh, Indonesia. Kekuatan 8,9 skala Richter disusul gelombang tsunami dengan ketinggian mencapai 48 meter.
  • 20 Maret 2005, gempa di Fukuoka prefektur, Jepang. Kekuatan 7,8 skala Richter.
  • 28 Maret 2005, gempa di pulau Nias, Indonesia. Kekuatan 8,7 skala Richter.
  • 27 Mei 2006, Gempa Yogyakarta
  • dan terakhir gempa Tasikmalaya beberapa minggu yang lalu. (negara-negara yang lainnya sori sementara ini nggak kecatet). :D

Yang jelas juga, gempa-gempa yang terjadi itu mengakibatkan ribuan orang meninggal dunia, entah berapa banyak yang luka-luka dan entah berapa rumah / bangunan yang runtuh. Apakah sekian banyak korban jiwa yang jatuh itu disebabkan karena susahnya memprediksi kapan datangnya gempa, atau sedikitnya informasi tentang gempa yang diketahui orang? Bisa jadi
dua-duanya.

Terus terang, selama tinggal di Indonesia, saya gak tau sedikit-dikit acuan tentang gempa, kecuali yang diajarin di buku Geografi. Dan sedihnya lagi ahli2 geologi kita sbg salah satu disiplin ilmu yang mempelajari tentang kegempaan dan gunung api, sama sekali tidak bisa memberikan kepastian dan estimasi serta tanda2 awal akan datangnya bahaya ini, seolah-olah mereka menekuni ilmu2 sosial (non-exact) padahal kebanyakan mereka bernaung dibawak fakultas sains & technology.

Pengetahuan saya baru bertambah sejak saya mempelajari gemp di Jepang, negara yang kebetulan posisinya terletak di garis zona pertemuan dua lempeng bumi yang sering geser-geser. Disini gempa memang sudah seperti kejadian “rutin” dan penduduknya sadar banget akan bahaya gempa dan tau banget apa yang harus dilakukan kalau ada gempa.

Disini, ilmu geografi saja bisa mengeluarkan prediksi2 awal tentang datangnya bencana, seperti, Baru-baru ini ada acara yang sangat menarik tentang gempa di Fuji TV. Disitu dijelasin gempa itu apa, apa aja impact-nya dan gimana cara penyelamatan diri darurat yang bisa dilakukan setiap orang jika terjadi gempa. Mungkin anak-anak Indonesia yang tinggal di Jepang juga sempet nonton acara ini. Tapi buat yang nggak nonton, niiiiih… gue ceritain yaa…

Kalau gunung mau meletus, masih relatif memungkinkan dilakukan tindakan antisipasi lebih awal, misalnya mengevakuasi penduduk. Karena aktivitas perut gunung masih memungkinkan untuk dipantau. Kalau angin typhoon mau dateng juga masih memungkinkan diketahui kapan datengnya, dibaca pergerakan arahnya dan malah diukur kecepatannya. Tapi kalo gempa itu lain……….

Gempa tidak bisa diprediksi lebih awal.

Nggak ada penelitian yang bisa dengan tepat memperkirakan kapan
dan dimana gempa akan terjadi, serta seberapa besar kekuatannya. Itulah
sebabnya kenapa gempa itu sangat berbahaya. Tapiiiii…. biarpun susah
diprediksi lebih awal, ada beberapa fenomena alam yang patut dicermati dan
bisa dianggap sebagai alert tanda akan adanya gempa.

  1. Mulai sekarang kalo jalan liat-liat ke langit… Kalo di langit ada awan yang berbentuk aneh seperti angin puting beliung atau seperti pohon atau seperti batang… pokoknya bentuknya berdiri/vertikal… kemungkinan besar itu adalah awan yang disebut Awan Gempa yang biasanya muncul sebelum gempa terjadi. Awan berbentuk aneh itu terjadi karena adanya gelombang elektromagnetis berkekuatan sangat besar dari dalam perut bumi, sehingga ‘menyerap’ daya listrik yang ada di awan… Makanya bentuk awannya kayak kesedot kebawah gitu. Gelombang elektromagnetis itu sendiri terjadi akibat adanya pergeseran atau patahan lempeng bumi. Tapiiiiiiii… kalo ada awan seperti itu di langit, belum tentu itu awan gempa juga. karena asap pesawat atau emang bentuk awannya dari sananya udah begitu. Mungkin aja.  Memang sulit memastikannya..hehe..
  2. Berikut foto aneh, yang berhasil di tangkap penduduk sebelum terjadi gempa di Jepang beberapa tahu lalu. Anda boleh percaya boleh tidak.. karena saya juga tidak mengetahui foto ini asli atau rekaan hasil photoshop. :)

  3. Perhatikan Perilaku hewan-hewan Disekitar Anda . Amati apakah hewan-hewan seperti “menghilang”, lari ngibrit atau bertingkah laku aneh/gelisah… Biasanya insting hewan sangat tajam dan hewan bisa merasakan gelombang elektromagnetis.

Seorang staf di Taman Nasional Yala mengatakan, tidak ada gajah yang mati, bahkan tidak ditemukan bangkai hewan kecil seperti kelinci sekalipun. Hewan memiliki indra keenam dan dapat merasakan gejala suatu bencana.

Di Pantai Khao Lak, Thailand, gajah-gajah tunggang yang sedang dinaiki turis terlihat gelisah dan berlarian ke arah bukit. Beberapa saat sebelum datangnya gelombang, gajah ini terus-menerus bersuara dan gelisah (agitated). Mereka ini kembali tenang dan tidak bersuara setelah berada di bukit. Setelah itu, muncul gelombang tsunami yang menghantam pantai sejauh 1 km. Gajah-gajah yang ditunggangi turis itu pun selamat dan tidak tersentuh gelombang. Gajah ini telah menyelamatkan sejumlah turis asing dari gelombang tsunami.

Sementara itu, George Carayanis dalam artikelnya menulis, sebuah penelitian di  Cina telah mengindikasikan penggunaan perilaku hewan sebagai metoda untuk  memprediksi sebuah gempa. Para peneliti telah sukses memprediksi sebuah gempa di Kota Haicheng pada bulan Februari 1975 melalui pengamatan perilaku hewan yang abnormal. Ular keluar dari lubangnya di musim dingin dan terlihat pula kemunculan sejumlah besar tikus yang berlari tanpa arah. Kejadian ini diakhiri beberapa gempa pada akhir Desember 1974.

Kasus serupa terjadi pula di Jepang. Sekira 80% gempa di Jepang terjadi di  tengah lautan. Hal ini menyebabkan terjadinya perilaku abnormal pada ikan. Spesies ikan yang biasa hidup di lautan dingin yang dalam, dapat tertangkap nelayan di perairan yang dangkal dan hangat beberapa saat sebelum terjadinya gempa. Ikan memiliki sensitivitas tinggi terhadap variasi medan elektrik yang terjadi sebelum gempa. Sensitivitas seperti ini memungkinkan beberapa hewan untuk dapat mendeteksi gas radon yang dikeluarkan dari tanah sebelum gempa.


Naaaahhhh… kalau tanda tersebut diatas itu ada atau terlihat dalam waktu bersamaan, maka anda-anda semua harus segera melakukan tindakan antisipasi. Tanda tersebut kemungkinan besarmenunjukkan bahwa memang akan terjadi gempa berkekuatan besar. Sebisa mungkin segera lakukan tindakan penyelamatan diri.

Walaupun sudah keliatan di langit, awan gempa tetap tidak menunjukkan kapan persisnya gempa akan terjadi. Awan seperti salah satu foto diatas itu keliatan di langit Kobe 8 hari sebelum gempa Kobe terjaditahun 1995.

Sebelumnya di tahun 1993, awan gempa terlihat satu hari sebelum gempa Kagoshima. Tapi awan seperti itu keliatan hanya 4 jam sebelum terjadi gempa Niigata 2004.

Makanya kalau memang liat awan gempa dan memang sudah ada tanda-tanda seperti yang disebut diatas, secepat mungkin selamatkan diri dan keluarga untuk menghindari kemungkinan yang paling buruk.

Gimana kalau gempa besar keburu terjadi sedangkan kita sama sekali belum siap-siap?

Yaaah… selain pasrah dan berdoa, kalo bisa juga sigap. Cepat buka pintu akses keluar lebar-lebar, tapi jangan langsung lari keluar. Lebih baik berlindung di bawah meja, karena kalau berhamburan keluar rumah, bisa-bisa nanti kepalanya ketiban benda-benda keras yang berjatuhan dari atas. Kenapa harus buka pintu lebar-lebar? Karena ditakutkan kalau bangunan rumah rusak akibat getaran, nanti bisa menekan kebawah dan bikin pintu jadi macet, susah dibuka. Kalau rumah mau roboh dan pintu nggak bisa dibuka kan malah bahaya, kita bisa ketimbun didalam. Makanya, inget ya… langsung buka pintu akses keluar.

Gempa berkekuatan besar tentu saja ada impact-nya, yang bisa berwujud bencana jenis lain. Kalau skala gempanya besar dan episentrumnya di dasar laut, kita harus selalu waspada akan bahaya datangnya gelombang Tsunami. Tingginya gelombang bisa mencapai puluhan meter seperti yang terjadi di Aceh, bisa juga cuma 2 meter-an. Tapi biarpun cuma 2 meter, gelombangnya nggak main-main. Kekuatannya dahsyat (seperti nggak habis-habis) dan tekanannya bisa mencapai 190 kilogram. Bayangin kalau badan ketimpa beban seberat itu….

Beberapa hal yang bisa dijadikan tanda akan datangnya gelombang Tsunami adalah laut tiba-tiba menyurut sampai agak jauh ketengah dan burung-burung laut terbang dengan kecepatan tinggi ke arah darat. Kalau sudah begitu, jangan pake acara sempet ngambil-ngambilin ikan yangketinggalan di pasir deh…!!! Langsung lari ke daerah yang lebih tinggi… SEGERA!!! :D

Nah apa yang harus dilakukan kalo nggak sempet lari sementara Tsunami udah di depan mata? Selain pasrah dan berdoa… Jangan berlindung di balik tembok atau pagar beton karena bisa pecah dan malah membahayakan orang yang berlindung dibaliknya. Sebisa mungkin berlindung di balik rimbunan tumbuhan (pohon/tanaman/semak/rawa).

Kekuatan gelombang jadi terpecah dan nggak memusat kalau membentur tanaman. Salah satu rekaman video waktu pas kejadian tsunami december aceh kemarin menunjukkan seorang turis bule selamat karena berlindung dibalik rimbunan pohon. Betapa pun….. yang bisa meredam kekuatan alam ternyata justru alam itu sendiri…..

Impact lain dari bencana gempa bumi adalah kebakaran. Seperti untuk yang satu ini, Jepang memang lebih rawan daripada Indonesia, karena rata-rata bangunan rumah di Jepang terbuat dari kayu. Selain itu penduduk Jepang kalo nyalain kompor nggak pake gas tabung elpiji seperti di Indonesia, melainkan gas-nya udah disalurkan melalui saluran pipa-pipa gas dibawah tanah dari perusahaan gas negara langsung ke rumah-rumah. Waktu gempa Kobe terjadi, banyak rumah dan bangunan terbakar karena gempa mengakibatkan saluran pipa gas dalam tanah pecah dan bocor. Tapi walaupun begitu, ada baiknya penduduk Indonesia juga waspada akan bahaya kebakaran pasca gempa, mengingat banyak lokasi pemukiman yang rapet-rapet…

Sehebat-hebatnya manusia,tetep aja dia cuma titik kecil di dunia. Tapi…
Tuhan itu baik kok. Buktinya, walaupun ada bencana alam dahsyat, manusia tetap masih diberi kesempatan untuk menyelamatkan diri dan kalau selamat supaya menjadi manusia yang lebih baik. Semoga berguna… Amien..

Sekarang, mungkin anda punya tanda atau gejala gempa yang laen yg merupakan pengalaman pribadi anda sebelum anda tekena gempa ? Atau tuliskan pengalaman pribadi anda waktu terkena gempa di dulu di kotak komentar di bawah ini. Saya tunggu partisipasinya loh :)

diambil dari beberapa sumber di internet
yang kemudian di tulis dan di susun ulang.
foto

2 Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. TrackBack URI

  1. aku pernah sekali merasakan gempa hebat di bengkulu…
    trauma yang aku alami susah sekali untuk dihilangi,
    beberapa hari setelah gempa aku pindah kejambi,,
    kurang lebih 10 tahun di jambi, aku ngalanjutin kuliah di padang,
    baru sebulan lebih kuliah, sudah ada prediksi akan ada gempa besar,,
    aku takut,
    mungkin trauma yang hapir ilang itu timbul lagi,,

    aku cuma bisa waspada, berdoa, dan melihat tanda-tanda yang biasa terjadi seblum gempa itu terjadi.

  2. trims.. makasih.. ini sangat berguna… kalo anda ada info.. tentang alat pendekteksi gempa.. tolong kirim ke email saya. tks.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. | The Pool Theme.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: